TERSELENGGARANYA IHT KURIKULUM MERDEKA SMA NEGERI 2 PALANGKA RAYA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2022/2023

SMA Negeri 2 Palangka Raya menyelenggarakan In House Training (IHT) Semester Genap Tahun Ajaran 2022/2023 selama 2 (dua) hari mulai yaitu tanggal 12 – 13 Agustus 2023 di Aula Bajakah Itah SMA Negeri 2 Palangka Raya. Kegiatan IHT kali ini, selain diisi oleh narasumber dari guru-guru SMA Negeri 2 Palangka Raya juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Bapak I Wayan Sarman, M.Pd selaku Koordinator Pengawas Sekolah dan sekaligus selaku instruktur Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Provinsi Kalimantan Tengah. Kepala SMA Negeri 2 Palangka Raya melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan sekaligus selaku ketua panitia IHT I Nyoman Arjana Arta, S.Pd., M.Pd mengatakan tujuan kegiatan IHT ini, yaitu (1) untuk mempersiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam menghadapi semester genap Tahun Ajaran 2022/2023, (2) memberikan pengetahuan awal kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tentang konsep dan teknis implementasi kurikulum merdeka karena pada Tahun Ajaran 2023/2024 SMA Negeri 2 Palangka Raya akan mengimplementasikan kurikulum tersebut. Lebih lanjut, ketua panitia mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada narasumber  yang telah berkenan meluangkan waktu untuk membagikan ilmunya tentang IKM kepada SMA Negeri 2 Palangka Raya. Sementara itu, I Wayan Sarman, M.Pd selaku narasumber dan sekaligus Koordinator Pengawas Sekolah Provinsi Kalimantan Tengah dalam paparannya mengatakan: (1) SMA Negeri 2 Palangka Raya harus mempersiapkan diri untuk menyongsong IKM pada Tahun Ajaran 2023/2024, (2) terdapat 3 (tiga) aspek penting yang menjadi fokus IKM di SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2023/2024, yaitu (1) mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkelanjutan didukung oleh infrastuktur serta akses teknologi bagi peserta didik, (2) mengembangkan karakter mengacu projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), dan (3) fleksibilitas guru melalui pembelajaran diferensiasi sehingga guru memilih salah satu atau kombinasi pada (a) konten (materi yang akan diajarkan), (b) proses (cara mengajarkan) dalam bentuk pendampingan sesuai kesiapan peserta didik, dan produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan).